Dialog Ketahanan Sosial Budaya Berbasis Kearifan Lokal

Dialog Ketahanan Sosial Budaya Berbasis Kearifan Lokal

Badan Kesatuan Bangsa, Politik (Kesbangpol) Aceh bersama Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bireuen, gelar Kegiatan Sosialisasi/Dialog dalam Meningkatkan Ketahanan Sosial Budaya Berbasis Kearifan Lokal.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Kepala Kesbangpol Aceh dalam hal ini diwakili Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Masyarakat, Musmulyadi, SPd.I.,MM, di Ruang MPTGR Inspektorat Lantai IV Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Kamis (10/10/2019).

Pada kesempatan itu, Musmulyadi dalah inti arahannya menyampaikan, Indonesia merupakan negeri dengan berjuta suku dan budaya, mereka tersebar dari ujung sumatera hingga ke papua. Semua hiduf rukun dalam kedamaian. Tidak ada yang saling menekan atau tertekan.

Semuanya mempunyai hak yang sama dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia juga mempunyai hak yang sama dalam indonesia juga mempunyai ragam umat beragama. Hingga aliran kepercayaan ada di indonesia semuanya bersatu dalam semangat bhinekka tunggal ika. Berbeda-beda namun tetap dalam satu tujuan yang sama itulah ndonesia

“Saat ini ada fenomena tumbunya berbagai paitologi sosial yang sistematis. Antara lain penyalahgunaan narkoba, korupsi, perjudian, KDRT, curanmor, mafia tanah, ilegal loging, trafficking, seks bebas. Maraknya aksi begal. Dan pengaruh kehidupan pragmatisme yang lebih mengutamakan materi,” katanya.

Oleh karenanya diperlukan upaya lain melestarikan nllai-nilai luhur bangsa. Pendidikan kerukunan. Dan cinta tanah air ” Indonesia rumah kita’ disamping penguatan pemantapan wawasan. Dan diperbanyak intensitas dialog sosial budaya berbasis kearifan lokal. Bhinneka tunggal ika. Yang sekarang menjadi semboyan bangsa kita. Adalah penanda yang sangat jelas. Betapa sesungguhnya keberagaman yang ada

Sebelumnya Kepala Kantor Kesbangpol Bireuen, Zaldi, AP. S.Sos, MSM melaporkan, kegiatan ini digelar dalam rangka hut bireuen ke-20 tahun 2019.

“Dengan maksud dan tujuan, yaitu meningkatkan pemahaman terhadap sosial dan budaya berbasis kearifan lokal, menyamakan persepsi antara pemerintah dengan komponen masyarakat lainnya, terjalin dan terwujudnya solidaritas sebagai kebutuhan dalam berbangsa dan bernegara,” sebutnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua orang nara sumber , yaitu barlian aw dengan tema penguatan kearifan lokal sebagai perekat persatuan dan kepala kesbangpol bireuen dengan tema peran pemda dalam rangka mendorong ketahanan sosbud berbasis kearifan lokal”

Kegiatan ini diikuti 44 orang peserta, terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh budaya, tokoh pendidikan dan tokoh pemuda wilayah Kabupaten Bireuen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *